MICROSOFT OFFICE WORD
Microsoft Office Word pertama
diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi ini
kemudian dikembangkan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS(1983), Apple
Macintosh(1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft Windows(1989). Microsoft office word adalah perangkat
lunak andalan microsoft yang berfungsi sebagai pengolah kata.
A. Membuat dokumen di
Microsoft Office Word
Untuk membuat dokumen di Microsoft Word, dapat
dilakukan dengan cara berikut :
·
Klik menu File
à
New (CTRL+N) maka akan otomatis
mengeluarkan new blank document.
Sebelum memulai dokumen,
sebaiknya atur properti terlebih dahulu. Pengaturan properti dapat dilakukan
dengan menggunakan menu Page Layout. Pada menu ini kita tentukan ukuran kertas,
margin dan lain-lain.
Gambar 1. Kotak dialog Page Setup
1.
Margins
Untuk menentukan batas atas naskah dengan kertas.
Gambar 1 menunjukkan margin halaman. Jika menginginkan margin sesuai dengan
yang diinginkan dapat secara langsung diisi pada menu Custom Margins.
·
Top : jarak antara sisi atas kertas dengan teks/naskah.
·
Buttom : jarak antara sisi bawah dengan naskah
·
Left : jarak antara sisi kiri dengan naskah
·
Right : jarak antara sisi kanan dengan naskah
·
Gutter : jarak spasi tambahan pada margin kiri
yang ditujukan sebagai tempat penjilidan
·
Gutter position : letak gutter
·
Orientation : pengaturan arah cetakan halaman
dengan portrait (memanjang) dan landscape (melebar)
Gambar 2. Tampilan Custom Margin
2.
Size
Untuk menentukan ukuran kertas yang akan digunakan
dengan memilih opsinya pada menu drop-down.
Jika menginginkan ukuran kertas sendiri, dapat diisi nilainya secara
langsung pada menu more paper size.
Gambar 3. Tampilan more paper size
Secara default, satuan yang digunakan pada ruler maupun margin adalah inchi. Untuk
mengubahnya ke centimeter, klik menu File
> Options > Advanced > Display atau klik menu Customize Quick Access Toolbar lalu pilih More Commands seperti gambar di bawah ini :
Sehingga muncul kotak dialog Word
Options (Gambar 4). Pada bagian Measurements
Units, gantilah satuan ke Centimeters.
Gambar 4. Tampilan Word Options
Untuk menyimpan dokumen baru, secara default nama dokumen yang dibuat akan
berurutan, yaitu document1, document2,
dan seterusnya. Cara untuk menyimpan dokumen adalah sebagai berikut :
1.
Klik menu File > Save atau Save As (CTRL+S) sehingga muncul kotak dialog
Save As (Gambar 5).
Gambar 5. Kotak dialog Save As
2.
Di dalam kotak dialog tersebut, lakukan
pengaturan sebagai berikut :
·
File name
: ketikkan nama untuk identifikasi dokumen
·
Save As
type : type dokumen, gunakan default
yang diberikan, yaitu Word Document.
·
Klik tab Save
untuk menyimpan dokumen tersebut.
Untuk
menyimpan dokumen lama yang telah diedit, klik menu File > Save. Apabila dokumen tersebut hendak disimpan dengan
nama yang berbeda, klik File > Save
As sehingga caranya sama seperti menyimpan dokumen baru. Apabila dalam
menyimpan dokumen, nama yang digunakan sama dengan nama yang sudah ada di dalam
folder, maka kotak konfimasi seperti Gambar 6.
Gambar 6. Kotak
Konfirmasi Penyimpanan
·
Replace
exiting file : menimpa/ mengganti file yang sudah ada dengan dokumen baru.
·
Save
change with a different name : menyimpan dokumen baru dengan nama lain.
·
Merge
into exiting file : menggabungkan perubahan yang dilakukan ke dalam file
yang sudah ada.
Setelah selesai mengedit dokumen dan memastikan sudah
menyimpannya, ada beberapa cara untuk menutup dokumen, yaitu :
·
Klik menu File
> Exit
·
Klik tombol Close
Window yang terdapat di dalam Title Bar.
Dokumen yang telah disimpan dapat dibuka dengan salah
satu cara berikut:
·
Klik menu File
> Open (CTRL+O)
·
Klik tombol Open yang terdapat di dalam Title Bar.
Sehingga muncul kotak dialog open (Gambar 7),
kemudian pilih file dokumen yang akan dibuka.
Gambar 7. Kotak dialog Open
B. Penggunaan Tabel
Pada umumnya, penyisipan tabel ke dalam dokumen
berfungsi untuk mendukung penjelasan/ uraian dokumen. Untuk membuat tabel, klik
menu Insert > Table sehingga
muncul kotak dialog Insert Table
setelah itu menentukan banyaknya kolom dan baris yang dibutuhkan (Gambar 13).
Gambar 13. Kotak dialog Insert Table
·
Number of
columns : untuk menentukan jumlah kolom, sebagai contoh isikan 5.
·
Number of
rows : untuk menentukan jumlah baris, sebagai contoh isikan 2.
·
AutoFit
Behavior : untuk pengaturan lebar kolom.
Teks dapat langsung diketikkan di dalam sel tabel.
Hasil dari contoh akan membuat tabel seperti dibawah ini :
Contoh teks
|
||||
Tabel dapat diatur propertinya untuk
menyesuaikan tampilannya, misalnya mengatur tampilan garis, memberi warna sel,
mengatur posisi, dan lainnya. Contoh tabel dibawah ini adalah tabel yang telah
diberi variasi :
NAMA
|
NIM
|
KELAS
|
MERRY
|
12.12.0142
|
SI 12 C
|
BENNY
|
12.12.0114
|
SI 12 C
|
Variasi pada tabel tersebut
dapat dibuat dengan menggunakan berbagai macam fasilitas yang ada pada Page Layout > Page Background.
C. Penggunaan kolom
Untuk membuat kolom kita bisa menggunakan menu Page Layout > Columns. Sebelumnya kita harus block dulu kalimat/ paragraph
yang ingin kita buat kolom. Pilih type kolom sesuai dengan yang kita inginkan jika
pilihan tidak ada kita bisa menggunakan More
Columns maka akan tampil kotak dialog seperti gambar dibawah ini :
Gambar 14. Kotak dialog Columns
·
Number of columns : untuk menentukan berapa
kolom yang kita inginkan
·
Width : untuk menentukan lebar tiap
kolom
·
Spacing : untuk menentukan jarak antar
kolom
·
Line between : untuk menambahkan garis
pembatas antar kolom
Sebagai contoh
lihat gambar dibawah ini :
Gambar 15. Contoh penggunaan kolom
D. Penggunaan numbering
Seringkali di dalam dokumen dijumpai penulisan teks dengan penomoran
(numbering) dan penandaan (bullet). Untuk penggunaannya kita bisa pilih menu Format > Bullet and Numbering. Disini
kita akan membahas tentang numbering. Kita bisa langsung klik icon numbering yang ada di Toolbar dan untuk format lebih lengkap
klik Define New Number Format maka
akan muncul kotak dialog dibawah ini :
Gambar 16. Kotak Dialog Format
Numbering
·
Number Format Style : untuk menentukan jenis
numbering
·
Number format : untuk menentukan format
numbering
·
Font : untuk mengatur jenis font
yang akan digunakan
Contoh
penggunaan numbering bisa kita lihat gambar 17 :
Gambar 17. Contoh penggunaan
Numbering
E. Penggunaan header
dan footer
Fasilitas Header and Footer digunakan
untuk membuat catatan kaki, penomoran halaman, dan yang lainnya. Untuk masuk ke
bagian ini, klik menu Insert > Header
and Footer sehingga tampilan dokumen akan berpindah pada area header atau
footer. Hal ini diindikasikan dengan teks atau objek di dalam dokumen terlihat
redup. Ketikkan teks yang akan dibuat. Sebagai contoh saya akan memasukkan
nama, kelas dan nim untuk Header seperti gambar berikut :
Gambar 18. Contoh pemakaian Header
Untuk contoh pemakaian Footer
saya akan memasukkan alamat blog seperti gambar dibawah ini :
Gambar 19. Contoh pemakaian Footer
F. Penggunaan Footnote
Footnote (catatan kaki)
dan Endnote (catatan akhir) digunakan untuk memberi
penjelasan, komentar tambahan yang lebih mendetil atau referensi untuk
informasi tertentu yang ada dalam dokumen. Footnote umumnya berupa nomor
bilangan kecil yang ditulis dalam bentuk seperti pemangkatan (superscript).
Footnote
atau Endnote terdiri dari :
·
Tanda (dalam bentuk superscript) yang terletak
dalam dokumen. Tanda bisa berupa angka, simbol, atau huruf.
·
Isi untuk keterangan footnote / endnote yang
terletak di akhir halaman atau dokumen / section.
Cara membuat
catatan kaki (footnote) :
1.
Pilih lokasi penempatan footnote
Pilih
posisi atau lokasi penempatan footnote dan tempatkan kursor editor (umumnya
berupa garis vertikal kedap kedip) di lokasi tersebut. Cara mudahnya klik saja
lokasi tersebut.
2.
Memulai proses menyisipkan footnote
Ada 2 cara menyisipkan footnote :
·
Melalui ribbon, klik menu ribbon References lalu klik icon Insert Footnote.
·
Melalui keyboard shortcut, jika Microsoft Word
Anda mendukung kompatibilitas dengan Microsoft Word 2003, maka Anda bisa
menggunakan shortcut ALT+I,N,N
3.
Panduan mengisi dialog footnote
Setelah klik icon Insert Footnote atau mengaktifkan
melalui keyboard shortcut, lalu akan ditampilkan sebuah dialog untuk
menyisipkan footnote.
Gambar 20. Kotak dialog
Footnote and Endnote
Untuk mengisi dialog footnote tersebut :
·
Untuk bagian Location pilih opsi footnotes. Pada kotak yang tersedia, pilih
bottom of page untuk menaruh keterangan di bagian bawah halaman / kertas kerja.
·
Untuk bagian format
-
Pilih number format sesuai dengan yang anda
inginkan, apakah bentuk penomoran : 1,2,3..; a,b,c..; dan sebagainya.
-
Isikan Custom
Mark jika anda ingin footnote anda berupa simbol, kata, atau apapun yang
anda inginkan untuk dijadikan footnote.
-
Isikan Start
At dengan angka yang paling kecil yang anda inginkan yang akan digunakan
sebagai awal dari nomor footnote.
-
Numbering,
jika anda menggunakan format nomor (lihat pilihan number format), apakah ingin nomor tersebut sekuensial alias
bertautan untuk keseluruhan dokumen atau untuk setiap section dimulai kembali dengan angka yang sudah anda isikan di
kotak Start At di atas
4.
Sisipkan footnote
Setelah selesai mengisi format
untuk footnote, baca sekali lagi untuk memastikan semua telah sesuai dengan apa
yang anda inginkan. Selanjutnya klik Insert
untuk menambahkan footnote pada dokumen anda.[1]
Sebagai contoh lihat gambar berikut :
MICROSOFT OFFICE EXCEL
Microsoft Excel (MS-Excel)
merupakan salah satu program dalam windows untuk mengolah data yang berupa
angka dan lembar kerja terdiri dari worksheet (lembar kerja). Excel akan sangat
membantu kita dalam hal menghitung, memproyeksikan, menganalisa dan mampu
mempresentasikan data dalam bentuk tabel.
Worksheet dalam
Excel terdiri dari kolom dan baris. Pertemuan antara kolom dan baris disebut
dengan sel (sel A1, A2, B1, B2, dst). Sel-sel dalam Excel dapat diisi dengan
data-data dengan jenis yang berbeda.
Ada tiga jenis
data yang dapat dimasukkan dalam lembar kerja, yaitu :
1.
Label, berupa potongan teks/ naskah dengan ciri
khas akan rata kiri apabila kita masukkan dalam sel.
2.
Angka (numerik), berupa bilangan / angka, dengan
ciri khas akan rata kanan.
3.
Rumus (formula), berupa rumus perhitungan dalam
Excel, dengan ciri khas selalu diawali dengan tanda sama dengan (=).
Semua type data
diatas dapat diubah aligmentnya sesuai dengan yang kita inginkan, dengan cara
di blok dulu sel mana yang akan diubah lalu tunjuk salah satu aligment (rata
kiri, tengah, dan kanan).
A.
Membuat lembar kerja dengan
Microsoft Excel
Membuat lembar kerja baru
Untuk membuat buku kerja (file)
yang baru yang masih kosong, dapat dilakukan dengan :
v Klik
Menu File
v Pilih
New (CTRL+N)
Apabila
memerlukan lembar kerja yang baru pada buku kerja yang sedang digunakan, cukup
dilakukan dengan cara memilih tabulasi sheet yang terletak dibawah lembar
kerja, yang namanya Sheet1, Sheet2,
Sheet3, dan seterusnya.
Ketika
membuka dokumen baru pada Ms Excel, secara default lembar kerja Excel sudah
menyediakan 3 (tiga) lembar kerja baru dengan nama sheet1, sheet2, sheet3 untuk setiap buku kerja baru. Jumlah standar
ini dapat ditambah sesuai kebutuhan dengan cara klik tombol new sheet pada bagian bawah lembar kerja.
Mengatur
kertas
Menentukan batas-batas
pengetikan dan bentuk kertas.
1.
Klik menu Page Layout
2.
Klik Margin (untuk menentukan batas
pengetikan)
Top : Mengatur
batas atas kertas
Buttom : Mengatur
batas bawah kertas
Left : Mengatur
batas kiri kertas
Right : Mengatur
batas kanan kertas
3.
Klik Page Setup
(mengatur ukuran kertas)
Tentukan margin, paper, dan layout dengan memasukkan ukuran
sesuai dengan yang diinginkan.
4.
Klik Ok
Memasukkan Data
1.
Pindahkan penunjuk
sel (menggunakan anak panah ke bawah, atas, kanan atau kiri, atau bisa juga
menggunakan mouse) ke sel dimana data ingin dimasukkan.
2.
Ketik datanya lalu
enter, untuk mengubah data yang telah dimasukkan letakkan sel pada data
tersebut, kemudian tekan F2
Memindah Sel
1.
Pilih sel atau
range yang akan dipindahkan
2.
Lalu klik toolbar
Cut atau dari menu Edit > Cut (CTRL+X)
3.
Pindahkan sel ke
tempat yang diinginkan
4.
Klik toolbar Paste
atau dari menu Edit > Paste (CTRL+V)
Mengcopy isi sel
1.
Pilih sel atau
range yang akan dicopy
2.
Lalu klik toolbar
Copy atau dari menu Edit > Copy (CTRL+C)
3.
Pindahkan sel ke
tempat yang diinginkan
4.
Klik toolbar Paste
atau dari menu Edit > Paste (CTRL+V)
Membuat nomor urut
1.
Awali angka awal
pembuatan nomor urut dengan tanda petik atas (‘1)
2.
Lalu copy-lah
kebawah penunjuk sel diletakkan pada pojok kanan bawah, lalu tariklah kebawah
atau kekanan sesuai keinginan.
Menyisipi sel, baris atau kolom
1.
Tunjuk sel mana
yang akan di sisipi
2.
Lalu blok kolom
atau baris sebanyak yang ingin kita sisipi
3.
Klik menu Insert
columns / row atau klik kanan lalu pilih Insert maka akan muncul kotak dialog
seperti gambar dibawah ini :
-
Shift cells right :
untuk menyisipkan sel disebelah kiri sel yang ditunjuk
-
Shift cells down :
untuk menyisipkan sel di atas sel yang ditunjuk
-
Entire row : untuk
menyisipkan baris diatas sel yang ditunjuk
-
Entire column :
untuk menyisipkan kolom disebelah kiri sel yang ditunjuk
Menghapus sel, baris atau kolom
1.
Tunjuk sel, baris
atau kolom yang akan dihapus
2.
Lalu klik menu
Edit, kemudian pilih delete atau dengan klik kanan lalu pilih Delete maka akan
muncul kotak dialog seperti gambar dibawah :
-
Shift cells left :
untuk menghapus sel yang ditunjuk dan otomatisasi sel sebelah kanannya bergeser
ke kiri
-
Shift cells up :
untuk menghapus sel yang ditunjuk dan otomatisasi sel dibawahnya bergeser ke
atas
-
Entire row : untuk
menghapus baris yang ditunjuk
-
Entire column :
untuk menghapus kolom yang ditunjuk
Merubah lebar baris
1.
Blok range / daerah
lembar kerja
2.
Pilih format atau
klik kanan pilih Row Height
3.
Isikan nilainya,
tekan Ok
4.
Atau dengan cara :
letakkan kursor berada pada garis baris yang akan diperlebar disebelah paling
kiri (pada tulisan 1,2,3…), kemudian tarik kebawah / keatas.
Merubah lebar kolom
1.
Blok range / daerah
lembar kerja
2.
Pilih format atau
klik kanan pilih Column Width
3.
Isikan nilainya,
tekan Ok
4.
Atau dengan cara :
letakkan kursor berada pada garis kolom yang akan diperlebar disebelah paling
atas (pada tulisan A,B,C...), kemudian tarik kekanan / kekiri.
Menggabung sel
1.
Blok sel yang akan digabung
2.
Klik Home >
Aligment
3.
Klik Aligment Cells
4.
Pada teks Aligment
Horizontal dan Vertical dibuat Center
5.
Lalu pada Teks
Control klik pada Merge Cell
Menengahkan judul
1.
Blok judul
sepanjang kolom yang ada
2.
Lalu klik toolbar
Merge and Center (atau dengan langkah-langkah seperti pada menggabungkan sel,
seperti diatas).
Memformat isi sel
1.
Blok sel yang akan
di format
2.
Klik menu Format
Cells
a.
Number : memformat
sel berupa angka dalam bentuk-bentuk tertentu,
pada Category terdapat beberapa kategori :
General : bentuk umum
Currency : memformat data dengan satuan mata uang
Data : memformat data berupa tanggal, dst.
b.
Aligment : mengatur
teks
c.
Font : mengatur
jenis huruf
d.
Border : mengatur
jenis garis pada border
e.
Patern : memberi
warna sel
Menyisipi gambar
1.
Klik menu Insert
Picture Clip Art
2.
Pilih gambar yang
diinginkan
3.
Klik Ok
Membuat bordir
1.
Block tabel yang
akan diberi bordir tersebut
2.
Klik anak panah
kecil sebelah kanan toolbar Bordir atau klik Format Cells. Kemudian pilih
Borders
3.
Tentukan bordir
yang diinginkan.
Mengurutkan data
1.
Block data yang
akan diurutkan
2.
Klik menu Data
Short
3.
Pilih model
pengurutan data (Ascending atau Descending)
-
Ascending digunakan
untuk mengurutkan data dari data terkecil
-
Descending
digunakan untuk mengurutkan data dari data terbesar
Menyimpan lembar kerja
Klik menu File, pilih Save atau tekan CTRL+S, bisa juga
dengan klik gambar disket yang ada pada toolbars
standard, hingga tampil kotak dialog Save As.
a.
File
name : ketikkan nama untuk identifikasi workbook anda
b.
Save
As type : type dokumen, gunakan default
yang diberikan, yaitu Excel Workbook
c.
Klik tab
Save untuk menyimpan dokumen tersebut.
B.
Fungsi Statistika
COUNT : Menentukan banyaknya
data
SUM : Menentukan
total / jumlah data
AVERAGE : Menghitung
nilai rata-rata
MAX : Menentukan
nilai tertinggi
MIN : Menentukan
nilai terendah
Sebagai contoh kita lihat
gambar dibawah ini :
Untuk syntaknya kita buat
seperti di bawah ini :
COUNT : =COUNT(D3:D7)
SUM : =SUM(D3:D7)
AVERAGE : =AVERAGE(D3:D7)
MAX : =MAX(D3:D7)
MIN : =MIN(D3:D7)
C.
Fungsi Logika (IF)
Macam-macam logika adalah : =, <, >, <=, >=,
<>
Bentuk umumnya adalah : IF(logical_test,value_if_true,value_if_false)
atau =IF(X=n,A,B) dimana
:
X : merupakan sel kondisi
n : isi kondisi / syarat
A : jika kondisi itu terpenuhi
maka lakukan A
B : jika tidak terpenuhi maka
lakukan B
Contoh :
Ketentuan : jika nilai >= 70 keterangan
dinyatakan Lulus, jika nilai <= 70 dinyatakan Tidak Lulus. Maka rumus yang
harus kita ketikkan di sel E2 adalah sebagai berikut :
=IF(D2>=70,”Lulus”,”Tidak Lulus”)
Jika kondisi lebih dari satu, maka kita gunakan operator
: AND atau OR
=AND(x,y) : menggabungkan dua kondisi dengan operator AND (dan),
kedua kondisi harus benar
=OR(x,y) :
menggabungkan dua kondisi dengan operator OR (atau), maka salah satu kondisi
harus benar atau kedua-duanya benar
Dimana :
x = kondisi pertama
y = kondisi kedua
Bentuk umum : =IF(Operator(x,y),A,B)
Contoh :
Ketentuan : jika umur >= 18 dan nilai >=70 maka
lamaran kerja sama dengan Terima jika tidak lamaran kerja sama dengan Tolak,
maka rumus yang ditulis adalah : =IF(AND(C2>=18,D2>=70),”Terima”,”Tolak”)
D.
Fungsi LOOKUP
VLOOKUP
VLOOKUP digunakan untuk pengolahan tabel secara vertikal. Syntax
dari fungsi microsoft excel ini adalah :
=VLOOKUP (lookup_value, table_array,
col_index_num, range_lookup)
Rumus Excel VLOOKUP dipakai
untuk mencari nilai dalam kolom pertama dari tabel dan mengembalikan nilai
dalam baris yang sama dari kolom lain dalam tabel. Supaya lebih jelas, kita
pakai fungsi Microsoft Excel VLOOKUP dalam contoh berikut. Toko Saribusana
memiliki tabel Daftar Barang sbb. :
Kemudian, saya diminta membuat tabel hasil penjualan bulan
Juli 2011 seperti berikut :
Untuk mengisi kolom Keterangan, saya akan ambil dari Daftar Barang Toko Saribusana berdasarkan Kode yang ada, maka rumus Excel nya adalah
=VLOOKUP(B12,$B$3:$E$6,2,FALSE)
B12 :
Kode Barang di B12 adalah acuan yang dipakai untuk mengambil data di tabel
Daftar Barang.
$B$3:$E$6 :
range tabel yang akan kita ambil datanya, dalam hal ini adalah tabel Daftar
Barang tanpa mengikutsertakan judul kolom. Dan, jangan lupa gunakan $
sebab range tabel adalah absolut.
E.
Fungsi RANK
Penggunaan
fungsi Rank pada program spreedsheet seperti Excel adalah untuk menentukan
peringkat atau ranking dari sebuah range data.
Syntak dasarnya
adalah : =RANK(number,references,[order])
Dimana :
·
Number : nilai dasar yang dijadikan pijakan atau pembanding
·
References : range nilai
·
Order : opsional sorting [0 = Desc untuk nilai tertinggi
ranking 1, dan 1 = Asc untuk nilai terendah ranking 1]
Sebagai contoh kita lihat gambar dibawah ini :
Ketentuan à untuk ranking ditentukan dari nilai, maka rumusnya kita buat seperti ini : =RANK(C2,$C$2:$C$6,0)
Ketentuan à untuk ranking ditentukan dari nilai, maka rumusnya kita buat seperti ini : =RANK(C2,$C$2:$C$6,0)
[1] -
Jika anda menggunakan footnote and endnote, gunakanlah penomoran yang berbeda.
Misal footnote menggunakan penomoran 1,2,3… sedangkan endnote menggunakan
i,ii,iii… Hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan penomoran referensi
yang sama.
- Jika
anda ingin menghapus footnote and dapat menghapus angka kecil yang ada di
ketikkan dokumen anda maka angka dan keterangan/ uraian yang ada di catatan
kaki yang ada di bagian bawah halaman otomatis akan ikut terhapus.



























Tidak ada komentar:
Posting Komentar